“Yuk, Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional”
Tahun 2020 merupakan tahun tentamen untuk seluruh dunia, pelatihan untuk selalu siap dan tangguh dalam menghadapi masalah demi bertahan hidup, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Goncangan pandemic di tahun 2020 banyak merubah sikap sosial dan kebiasaan masyarakat, terutama dampaknya terhadap ekonomi nasional yang terus melemah dikarenakan masyarakat dipaksa untuk mengurangi aktivitas ekonomi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat pada kuartal IV di tahun 2019 sebelum pandemic tumbuh sekitar 4.97% yang akhirnya mengalami kontraksi 2,41% di kuartal I-2020 sehingga pertumbuhan ekonomi turun menjadi 2,97% year-on-year (yoy). Begitu juga dengan pertumbuhan pada kuartal ll-2020 mengalami pertumbuhan kontraksi sebesar 4,19% dari kuartal sebelumnya, akan tetapi berbeda dengan dengan kuarta lll-2020 yang tumbuh hingga 5,05% dibandingkan kuartal sebelumnya dan diperkirakan akan terus membaik untuk kuartal-kuartal selanjutnya (bps.go.id, 2020). Hal tersebut menandakan bahwa adanya pertumbuhan ekonomi nasional yang menjadi lebih baik dan survive terhadap pandemic yang masih menjadi tantangan Indonesia.
Usaha pemulihan kembali ekonomi nasional Indonesia di pertengahan tahun 2020 merupakan bentuk realisasi atas tuntutan kebutuhan individu masyarakat yang masih harus terpenuhi, kebutuhan tersebut tidak akan pernah dilewatkan baik kebutuhan primer maupun sekunder. Sejalan dengan hal tersebut pemanfaatan digital sangat memiliki peran penting dalam aktivitas jual beli dan transaksi masyarakat. Banyak sekali pihak yang menyediakan pemanfaatan layanan transaksi berbasis digital, baik digunakan dalam transaksi e-commerce maupun gerai offline, dimana pelayanan tersebut berkembang seiring dengan tumbuhnya tren dan kepercayaan masyarakat terhadap dompet digital.
Kompas.com (2020) menuliskan bahwa ditengah pandemic tahun 2020 transaksi digital tumbuh dengan sangat pesat, bahkan transaki e-commerce pada saat itu mengalami pertumbuhan hingga mencapai 400%. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Debuti Gubenur Bank Indonesia yang dikutip oleh Bisnis.com (2020) menyatakan bahwa pertumbuhan transaksi e-commerce meningkat 79,38% di bulan September 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap pada porsinya namun hanya media penyedia saja yang berbeda. Masyarakat kini mulai beralih pada media yang dapat memudahkan mereka untuk mendapatkan barang dengan pilihan lebih baik, lebih cepat, dan lebih aman untuk mereka.
Pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia memberikan alternative untuk kemudahan masyarakat dalam melakukan transaksi digital dengan meluncurkan QR Indonesia Standard (QRIS), hal itu juga dilakukan dalam rangka penerapan Gerbang Pembayaran Nasioanl (GPN) untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat (www.bi.go.id, 2019). Dalam Bisnis.com (2020) juga tuliskan adanya efisiensi pembayaran saat kita menggunakan QRIS, terjadi penghematan biaya perekonomian akibat turunnya biaya penggunaan uang kertas untuk bertransaksi. Begitu juga dengan pengurangan risiko keamanan dalam menghambat transaksi masyarakat.
Pemanfaatan transaksi digital pada umumnya digunakan oleh para kaum milineal, dimana hal tersebut sejalan dengan pola hidup mereka yang dituntut lebih cepat dan praktis. Tidak sedikit dari mereka memanfaatkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Berdasarkan penelitian dari Kumala and Mutia (2020) menemukan bahwa transaksi yang menggunakan dompet digital sangat mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa, penggunaan tersebut biasanya dilakukan pada transaksi retail seperti transportasi online, e-commerce ataupun pembelian makan dan hal itu dianggap lebih mudah serta lebih efisien.
Jika dilihat berdasarkan peningkatan dan pengaplikasian transaksi digital terhadap perilaku ekonomi masyarakat di atas, maka kedepannya Indonesia memiliki titik terang untuk memulihkan perekonomian nasional seperti sebelum adanya masa pandemic Covid-19 dan bahkan memberikan prospek yang lebih baik lagi untuk kemajuan sistem serta kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Yuk, Kita Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional.
Reference
Bisnis.com. (2020). Transaksi E-Commerce Meningkat 79,38 Persen di Tengah Resesi Ekonomi. Retrieved from https://ekonomi.bisnis.com/read/20201109/9/1315333/transaksi-e-commerce-meningkat-7938-persen-di-tengah-resesi-ekonomi
bps.go.id. (2020). Ekonomi Indonesia Triwulan III 2020 Tumbuh 5,05 Persen (q-to-q). Retrieved from https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/11/05/1738/ekonomi-indonesia-triwulan-iii-2020-tumbuh-5-05-persen--q-to-q-.html
Kompas.com. (2020). Di Masa Pandemi, Transaksi Digital Naik dan Dibarengi Naiknya Kejahatan.
Kumala, I., & Mutia, I. (2020). Pemanfaatan Aplikasi Dompet Digital Terhadap Transaksi Retail Mahasiswa. Paper presented at the Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi).
www.bi.go.id. (2019). QRIS, Satu QR Code untuk Semua Pembayaran. Retrieved from https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/SP_216219.aspx
Komentar
Posting Komentar