"PRIORITAS PENGEMBANGAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)"

    Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, diantaranya Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, di bagian barat pulau Timor (indonesia.go.id, 2017). Bedasarkan data Badan Pusat Statistika jumlah penduduk di NTT tahun 2020 adalah 5.541.394 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,56%. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.744.159 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.797.235 jiwa. Kepadatan penduduk di Nusa Tenggara Timur sebesar 114 jiwa/km2, dengan presentasi penduduk yang tinggal di perkotaan kurang lebih 20%, dan sisanya sebesar 80% mendiami kawasan pedesaan.
 
    NTT kini sangat dikenal dengan keindahan wisatanya baik secara nasional mapun internasional, diantaranya Pulau Komodo dengan Komodo Naga, Danau Kelimutu di Flores, 3 danau kawah dengan warna berbeda, Gunung Mutis di Kecamatan Fatumnasi, Kab. TTS, titik tertinggi di provinsi ini dan dikenal sebagai area pendakian & pengamatan burung, Semana Santa di Larantuka, Rumah adat dan pasola di Pulau Sumba, Penyelaman di Pulau Alor, Pantai Nemberalla di Rote Ndao, Pantai Pink di Pulau Padar, Rumah Adat di Kampung Bena, Bajawa-Kabupaten Ngada, Taman Wisata 17 Pulau di Riung, Kabupaten Ngada, Taman Wisata Air Panas Mengeruda Soa, Bajawa- Kabupaten Ngada, Kelabba Madja di Sabu Raijua, Tradisi berburu Paus di Lembata, Rumah Adat Wae Rebo di Manggarai, Kampung Adat Bena, di Bajawa. 
 
    Banyaknya tempat wisata yang ditawarkan oleh NTT membuktikan bahwa industri pariwisata memberikan kesempatan yang menjajikan untuk perkembangan daerah NNT itu sendiri, hal ini terbukti adanya peningkatan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara dari tahun-tahun sebelumnya. Terakhir, di tahun 2019 tercatat jumlah wisatawan sebanyak 569.297 jiwa/km2 (ntt.bps.go.id, 2019), bahkan di tahun yang sama ditemukan adanya beberapa industri film yang mejadikan daerah NTT sebagai objek syuting oleh Negara asing. Hal yang demikian ini harusnya menjadi perhatian penting untuk semua stakeholder untuk dapat memantau lebih jauh kegiatan para wisatawan atau jurnalis asing agar tidak memberikan dampak negatif bagi daerah tersebut khususnya (ntt.kemenkumham.go.id, 2019). Seperti yang disebutkan dalam Undang-Undang RI No. 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata bahwa semua pihak pemangku kepentingan memiliki tanggungjawab terhadap kelestarian kawasan wisata itu sendiri dan dalam Undang-undang tersebut juga dijelaskan bagaimana pentingnya pengembanagan potensi daerah kawasan pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi, social dan budaya, sumber daya alam dan daya dukung lingkungan hidup (jdih.kemenkeu.go.id, 2009). 
 
    Berdasarkan finance.detik.com dituliskan bahwa dalam Forum Konsultasi Publik (FKP), ada 5 kelompok prioritas pembangunan RI di tahun 2019 (Aditiasari, 2019), diantaranya:
1. Pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar; 
2. Pengurangan Kesenjangan Antarwilayah melalui Penguatan Konektivitas dan Kemaritiman;
3. Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi melalui Pertanian, Industri, dan Jasa Produktif;
4. Pemantapan Ketahanan Energi, Pangan dan Sumber Daya Air; dan
5. Stabilitas Keamanan Nasional dan Kesuksesan Pemilihan Umum.

    Jika melihat pada prioritas pembangunan untuk peningkatan nilai tambah ekonomi maka provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki kesempatan yang baik untuk berkembang. Dilihat dari geografis wilayah, NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, sebanyak 432 pulau yang telah mempunyai nama dan sisanya belum memiliki nama sampai saat ini (kkp.go.id, 2018). Wilayah maritim yang dimiliki oleh NTT tentunya dapat memberikan peluang positif untuk perkembangan ekonomi daerah setempat, dalam kkp.go.id juga dituliskah bahwa adanya potensi yang besar perikanan tangkap di wilayah NTT, akan tetapi yang dikelola kurang lebih hanya 40% dan presentasi tersebut masih cukup kecil dari keseluhan potensi lestasi yang ada, sekitar 388,7 ton pertahunnya dengan jenis ikan pelagis sebagai tangkapan utamanya seperti ikan Cakalang, Kembung, Tenggiri, Tuna, dan Selar. Sedangkan untuk jenis ikan domersil seperti cumi, ikan kerapu, kerang, kakap, lopser, dan lain-lain.

    Pentingnya pengembangan industri kawasan wisata berbasis maritime, selain menjadi kebutuhan daerah hal tersebut juga dapat menjadi edukasi untuk memperkenalkan maritime kepada masyarakat. Dalam penelitian Suning (2020) juga menemukan bahwa kegiatan pariwisata barbasis potensi maritim diantaranya adalah jenis biota laut, hasil produksi tangkap ikan dan teknologi alat tangkap ikan. Berdasarkan kalkulasi dari ketiga potensi diatas, hasil potensi tangkap ikan memiliki potensi yang lebih tinggi diantara yang lainnya dan urutan yang kedua adalah teknologi alat tangkap ikan. Oleh sebab itu, saran yang dapat diberkan adalah peningkatan produksi hasil tangkap ikan dengan memberikan kualitas dan kuantitas terbaik teknologi alat penangkap ikan untuk para nelayan, serta menyediakan laboratorium biota laut.

    Demikian pula dituliskan dalam pilar kedua dari lima pilar utama perencanaan untuk mewujudkan cita –cita Indonesia sebagai poros maritim yaitu komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut melaui industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama (kominfo.go.id, 2016). Maka dalam hal ini industri pariwisata dan produksi hasil laut akan meningkat dan berkembang beriringan untuk kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Referens:

Aditiasari, D. (2019). 5 Prioritas Pembangunan RI di 2019 detikFinance.
indonesia.go.id. (2017). Nusa Tenggara Timur. portal informasi indonesia. Retrieved from https://indonesia.go.id/province/nusa-tenggara-timur
jdih.kemenkeu.go.id. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata Retrieved from https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2009/10TAHUN2009UU.HTM.
kkp.go.id. (2018). Profil Peluang Usaha Dan Investasi Kellautan Dan PerikananProvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Retrieved from https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/A_PDS/Potensi%20Usaha%20dan%20Investasi/NTT.pdf
kominfo.go.id. (2016). Menuju Poros Maritim Dunia. Retrieved from https://www.kominfo.go.id/content/detail/8231/menuju-poros-maritim-dunia/0/kerja_nyata
ntt.bps.go.id. (2019). Tabel Dinamis Subjek Pariwisata. Retrieved from https://ntt.bps.go.id/subject/16/pariwisata.html#subjekViewTab5
ntt.kemenkumham.go.id. (2019). "Potensi Geografis Provinsi NTT Menjadi Daya Pikat Warga Negara Asing". Retrieved from https://ntt.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/4453-potensi-geografis-provinsi-ntt-menjadi-daya-pikat-warga-negara-asing
Suning, S. S. (2020). Pengembangan Pariwisata Kenjeran Berbasis Potensi Maritim. Jurnal Planoearth, 5(2), 79-83.

Komentar