"PRIORITAS PENGEMBANGAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)"
1. Pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar;
3. Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi melalui Pertanian, Industri, dan Jasa Produktif;
4. Pemantapan Ketahanan Energi, Pangan dan Sumber Daya Air; dan
5. Stabilitas Keamanan Nasional dan Kesuksesan Pemilihan Umum.
Jika melihat pada prioritas pembangunan untuk peningkatan nilai tambah ekonomi maka provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki kesempatan yang baik untuk berkembang. Dilihat dari geografis wilayah, NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, sebanyak 432 pulau yang telah mempunyai nama dan sisanya belum memiliki nama sampai saat ini (kkp.go.id, 2018). Wilayah maritim yang dimiliki oleh NTT tentunya dapat memberikan peluang positif untuk perkembangan ekonomi daerah setempat, dalam kkp.go.id juga dituliskah bahwa adanya potensi yang besar perikanan tangkap di wilayah NTT, akan tetapi yang dikelola kurang lebih hanya 40% dan presentasi tersebut masih cukup kecil dari keseluhan potensi lestasi yang ada, sekitar 388,7 ton pertahunnya dengan jenis ikan pelagis sebagai tangkapan utamanya seperti ikan Cakalang, Kembung, Tenggiri, Tuna, dan Selar. Sedangkan untuk jenis ikan domersil seperti cumi, ikan kerapu, kerang, kakap, lopser, dan lain-lain.
Pentingnya pengembangan industri kawasan wisata berbasis maritime, selain menjadi kebutuhan daerah hal tersebut juga dapat menjadi edukasi untuk memperkenalkan maritime kepada masyarakat. Dalam penelitian Suning (2020) juga menemukan bahwa kegiatan pariwisata barbasis potensi maritim diantaranya adalah jenis biota laut, hasil produksi tangkap ikan dan teknologi alat tangkap ikan. Berdasarkan kalkulasi dari ketiga potensi diatas, hasil potensi tangkap ikan memiliki potensi yang lebih tinggi diantara yang lainnya dan urutan yang kedua adalah teknologi alat tangkap ikan. Oleh sebab itu, saran yang dapat diberkan adalah peningkatan produksi hasil tangkap ikan dengan memberikan kualitas dan kuantitas terbaik teknologi alat penangkap ikan untuk para nelayan, serta menyediakan laboratorium biota laut.
Demikian pula dituliskan dalam pilar kedua dari lima pilar utama perencanaan untuk mewujudkan cita –cita Indonesia sebagai poros maritim yaitu komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut melaui industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama (kominfo.go.id, 2016). Maka dalam hal ini industri pariwisata dan produksi hasil laut akan meningkat dan berkembang beriringan untuk kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Referens:
Aditiasari, D. (2019). 5 Prioritas Pembangunan RI di 2019 detikFinance.
indonesia.go.id. (2017). Nusa Tenggara Timur. portal informasi indonesia. Retrieved from https://indonesia.go.id/province/nusa-tenggara-timur
jdih.kemenkeu.go.id. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata Retrieved from https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2009/10TAHUN2009UU.HTM.
kkp.go.id. (2018). Profil Peluang Usaha Dan Investasi Kellautan Dan PerikananProvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Retrieved from https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/A_PDS/Potensi%20Usaha%20dan%20Investasi/NTT.pdf
kominfo.go.id. (2016). Menuju Poros Maritim Dunia. Retrieved from https://www.kominfo.go.id/content/detail/8231/menuju-poros-maritim-dunia/0/kerja_nyata
ntt.bps.go.id. (2019). Tabel Dinamis Subjek Pariwisata. Retrieved from https://ntt.bps.go.id/subject/16/pariwisata.html#subjekViewTab5
ntt.kemenkumham.go.id. (2019). "Potensi Geografis Provinsi NTT Menjadi Daya Pikat Warga Negara Asing". Retrieved from https://ntt.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/4453-potensi-geografis-provinsi-ntt-menjadi-daya-pikat-warga-negara-asing
Suning, S. S. (2020). Pengembangan Pariwisata Kenjeran Berbasis Potensi Maritim. Jurnal Planoearth, 5(2), 79-83.
Komentar
Posting Komentar